
SEKADAU, LENSAPAGI NEWS.COM — Suasana Pasar Terminal Lawang Kuari yang biasanya tenang menjelang subuh, Jumat (21/8/2026), mendadak berubah menjadi teriakan dan tangisan.
Bagaimana tidak, Sekitar pukul 00.30 WIB, seorang warga melihat kepulan asap dari arah belakang Kantor PLN. Tak lama kemudian, jeritan warga, "Api... Api..." memecah keheningan malam.
Dalam hitungan menit, lidah api menjilat atap ruko. Angin malam yang bertiup kencang seakan "membantu" api berpindah dari satu bangunan ke bangunan lain. Material kayu dan barang dagangan jadi santapan si jagomerah.
Kepanikan pecah. Warga berhamburan keluar rumah hanya dengan pakaian seadanya. Pedagang yang tinggal di atas ruko berteriak minta tolong sambil menurunkan barang lewat jendela. Ada yang nangis, ada yang cuma bisa pasrah melihat dagangan puluhan juta ludes.
"Pas saya keluar, apinya udah segede rumah. Barang-barang nggak ada yang bisa diselametin," ujar seorang pedagang dengan mata sembab, Jumat pagi.
Mobil pemadam kebakaran datang silih berganti. Lampu rotator merah menyala, suara sirine bercampur suara gemuruh bangunan yang roboh. Petugas dan warga bahu-membahu menyemprotkan air, berusaha membendung api agar tidak merembet kebagian lain.
Perjuangan itu berlangsung hampir 4 jam. Baru sekitar pukul 06.15 WIB, api berhasil dijinakkan. Yang tersisa hanya puing-puing hitam, rangka besi yang melengkung, dan bau asap yang masih menyengat.
18 ruko ludes digilas lidah api. Puluhan keluarga kehilangan tempat usaha dan tempat tinggal dalam satu malam.
Hingga berita ini ditulis, garis polisi masih terpasang di lokasi. Penyebab pasti kebakaran masih misteri. Warga hanya bisa berharap kejadian ini jadi pelajaran agar malam-malam berikutnya di Lawang Kuari tidak lagi diwarnai kepanikan.
Sampai detik ini, Cerita kebakaran ruko masih jadi perbincangan hangat di kalangan warga Sekadau. (Wosono)
