Gereja Santo Mikael Stasi Bokak Diresmikan, Pemkab Sekadau Salurkan Bantuan Rp425 Juta

Sebarkan:

Prosesi adat bekebau ( Bahasa    Ketungau    Tesaek) Penyambutan Bupati sekadau,    delegasi Keuskupan Sangau ,Pastor Paroki Sekadau   berserta rombongan. 

SEKADAU, LENSA PAGI NEWS – Umat Katolik di Stasi Bokak, Desa Bukak Sebumbun, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, merayakan rampungnya pembangunan Gereja Santo Mikael pada Minggu (25/10/2026). Peresmian gereja tersebut dilakukan oleh Bupati Sekadau, Aron, S.H., yang dirangkaikan dengan prosesi pemberkatan gereja.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pengalungan selendang kepada rombongan Pastor Paroki Sekadau, dilanjutkan dengan prosesi adat bekebau (Bahasa Suku Ketungau Tesaek) dan pemotongan bambu.


Prosesi pemberkatan dipimpin oleh Pastor Martinus, CP, yang hadir sebagai delegasi uskup dari Keuskupan Sanggau untuk mewakili uskup yang berhalangan hadir. Peresmian ini menjadi penanda berakhirnya perjalanan panjang pembangunan gereja yang melibatkan partisipasi umat serta dukungan dari berbagai pihak.

Ketua Panitia Pembangunan Gereja Santo Mikael, Paulus Mohtar, mengungkapkan bahwa rencana pembangunan gereja telah dipersiapkan sejak 2015, sedangkan pekerjaan fisik mulai dilaksanakan pada 2021. Proses pembangunan tersebut berlangsung berkat kerja sama umat, dukungan para donatur, serta kontribusi Pemerintah Kabupaten Sekadau.

Menurut Paulus Mohtar, rampungnya pembangunan gereja merupakan hasil dari komitmen dan semangat kebersamaan yang terus dijaga selama bertahun-tahun. Ia berharap keberadaan gereja yang baru dapat menunjang kegiatan peribadatan sekaligus mempererat persaudaraan di tengah masyarakat.


Dalam sambutannya, Pastor Martinus, CP, mengajak umat untuk menjadikan kehadiran gereja sebagai momentum memperdalam kehidupan rohani dan meningkatkan keterlibatan dalam kegiatan pastoral. Ia juga mendorong umat Stasi Bokak agar terus berperan aktif dalam pelayanan, baik di lingkungan stasi maupun paroki.

Ia mengingatkan bahwa makna gereja tidak hanya terletak pada keberadaan bangunan fisik. Lebih dari itu, gereja diharapkan menjadi tempat untuk menumbuhkan kepedulian, menghadirkan kedamaian, serta membangun hubungan yang harmonis dengan sesama.


Sementara itu, Bupati Sekadau, Aron, menyampaikan bahwa pemerintah daerah turut mendukung pembangunan Gereja Santo Mikael melalui bantuan yang disalurkan secara bertahap sejak 2021 hingga 2024. Total bantuan tersebut disebut mencapai sekitar Rp425 juta.

Aron menilai rampungnya pembangunan gereja mencerminkan kuatnya semangat kebersamaan antara panitia dan masyarakat. Ia berharap gereja tersebut dapat dimanfaatkan secara aktif untuk kegiatan keagamaan, pembinaan umat, serta berbagai aktivitas yang memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.

Pada kesempatan yang sama, Aron juga menyoroti pentingnya kolaborasi dalam menghadapi berbagai persoalan sosial, terutama penyalahgunaan narkoba dan pernikahan usia muda. Ia mengajak keluarga, tokoh agama, dan pemerintah untuk bekerja sama membimbing generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang sehat, berpendidikan, serta memiliki karakter yang baik.

Selain itu, Aron menyampaikan capaian penurunan angka stunting di Kabupaten Sekadau, dari 36 persen pada 2021 menjadi 9 persen. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan manusia membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk pemerintah, keluarga, masyarakat, dan lembaga sosial.

Dengan diresmikannya Gereja Santo Mikael Stasi Bokak, umat Katolik kini memiliki sarana yang lebih memadai untuk menjalankan kehidupan beragama. Keberadaan gereja tersebut juga diharapkan dapat menjadi pusat pertumbuhan solidaritas, kepedulian sosial, dan semangat kebersamaan di tengah masyarakat Kabupaten Sekadau.

Penulis: Kalistus Wosono

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini