Kabut Asap Selimuti Sekadau, Warga Harapkan Solusi Jangka Panjang

Sebarkan:

 Pp Pantauan Kabut Asap Di Wilayah Kabupaten Sekadau Dua Bulan Terakhir. 

SEKADAU, LENSAPAGI NEWS.COM - Julukan Kalimantan Barat sebagai paru-paru dunia perlahan menjadi ironi. Dalam dua bulan terakhir, langit di Kabupaten Sekadau dan sejumlah wilayah lainnya di Kalimantan Barat tidak lagi biru, melainkan kuning keabu-abuan.

Pada masa lalu, Kalimantan Barat dikenal dengan hutannya yang lebat. Ribuan pohon raksasa tumbuh menjulang. Tradisi membakar ladang setahun sekali tidak menimbulkan dampak besar karena alam masih seimbang.

Kondisi tersebut kini berubah. Pada Senin, 9 September 2026, kabut asap tanpa jeda masih menyelimuti sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Sekadau. Jarak pandang menurun drastis.

Berdasarkan informasi dari Direktur RSUD Sekadau, dr. Tanjung Harapan Tampubolon, dalam dua bulan terakhir tercatat sebanyak 15 pasien mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan batuk.

Di lapangan, tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, dan Pemadam Kebakaran masih berupaya memadamkan titik api dengan peralatan yang ada. Pemantauan sumber api baru juga dilakukan menggunakan drone. Warga diimbau untuk melapor kepada aparat desa apabila akan melakukan pembukaan lahan dengan cara dibakar.

Perubahan bentang alam turut dirasakan warga. Lahan yang sebelumnya merupakan hutan lebat, kini sebagian telah beralih fungsi menjadi perkebunan kelapa sawit, baik milik perusahaan maupun kebun mandiri milik warga.

Dampaknya mulai terasa. Air sungai yang dahulu jernih kini menjadi keruh. Udara yang dahulu sejuk kini terasa lebih panas. Anak-anak yang dahulu bermain di bawah pohon besar, kini harus menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

Masyarakat berharap ada perhatian dan langkah bersama dari pemerintah, pihak perusahaan, dan warga. Upaya yang diharapkan bukan hanya pembagian masker saat kabut asap datang, melainkan solusi jangka panjang seperti penghijauan kembali, peningkatan tanggung jawab terhadap lingkungan, dan pengawasan yang berkelanjutan.  (Wosono) 


Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini